Annyeong yeorobun... Selamat malam dan selamat beristirahat..
Semoga hari ini menjadi hari yang paling berharga dan membawa berkah kepada kita semua. Sehingga rasa bosan yang pernah melanda bisa hilang seketika..
Oke, untuk menghilangkan penat dan kebosanan kalian, kali ini saya akan review film yang dua hari lalu baru saya finalkan nontonnya. Sebenarnya ini tidak direncanakan, tapi berhubung sepertinya menarik untuk di ulas di blog, jadi saya tonton sampai habis dan dijadikan bahan review.
Langsung saja ke pembahasannya, let's check its out!!
sumber gambar: asianwiki.com
- DETAIL
The Divine Fury, merupakan film bergenre horor, thriller, drama, yang telah tayang di tahun 2019 lalu dengan durasi jam sekitar hampir lebih dari 2 jam.
Dalam film ini, terdapat 3 pemeran penting. Diantaranya yang pertama ada Park Seo Jin sebagai Park Yong Hoo (sudah tidak asing bukan dengan aktor yang satu ini), lalu yang kedua ada Ahn Sung Ki sebagai Pastor Ahn, dan yang terakhir adalah Woo Do Hwan sebagai Ji Shin.
Untuk alurnya sendiri, di film ini lebih condong menggunakan alur maju.
- SINOPSIS
The Divine Fury, adalah film yang mengisahkan tentang sebuah keluarga beranggotakan anak dan ayah yang tinggal di desa, dimana mereka hidup bahagia, tentram, serta berkecukupan.
Keluarga tersebut salah satu anggotanya adalah Park Yong Hoo, yang merupakan anak laki-laki satu-satunya yang dimiliki oleh ayahnya semenjak istrinya meninggal dunia. Park Yong Hoo merupakan seorang anak yang rajin ke gereja, dan selalu berdoa atas apa yang diinginkannya, dan pastinya ia di temani sang ayah ke gereja.
Hingga suatu ketika, sang ayah pun mengalami kecelakaan tragis yang akhirnya membuatnya mengalami kritis saat berpatroli di jalan raya pada malam hari, serta peluang untuk hidup yang mungkin prosentasenya sangat kecil. Ya, ayahnya berprofesi sebagai polisi lalu lintas, dan kebetulan dapat shiftnya malam.
Hal tersebut menjadi pukulan yang sangat keras bagi Yong Hoo, mengingat kini yang ia punya hanyalah sang ayah. Dan di titik yang sama, ia pun mulai mengingat satu kalimat yang di lontarkan oleh seorang pastur saat ia beribadah ke gereja bersama sang ayah.
Bahwasannya Tuhan akan mengabulkan atas apa yang umatnya minta, dan membantu umatnya dalam kesusahan. Bergegaslah Yong Hoo ke sebuah gereja terdekat di sana, dan mulai berdoa untuk kesembuhan ayahnya serta bisa hidup kembali normal.
Tapi, siapa sangka bahwa ternyata ayahnya harus di panggil oleh yang Maha Kuasa. Sedih, pasti, kecewa, tentu, apalagi dengan pastur yang mengatakan demikian pada saat ibadah ke gereja. Dan benar saja, saat ia melihat sang pastur ke pemakaman sang ayah, ia pun melempar salib yang ada di sana, hingga mengenai jidat dari sang pastur.
Hal itu pula yang membuatnya menjadi orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan, sampai ia dewasa. Dan di masa dewasanya, ia pun menjelma menjadi pria yang sangat tampan dengan memiliki banyak gelimang harta. Maklum, ia menjadi atlet tinju dengan kelas dunia. sebanyak 17 pertandingan yang ia ikuti dan belum pernah kalah.
Namun, ada satu titik dimana saat ia bertanding, ia dibuat seperti tidak normal oleh seseorang dengan bisikan balas dendam atas kejadian yang menimpa ayahnya, dan itu terus menerus berulang saat pertandingan akan di mulai.
Anehnya hal tersebut akan terdengar dan sangat berisik ketika dirinya melihat benda ataupun gambar yang melambangkan salib. Di titik itu, ia pun mendapatkan berbagai hal aneh dan janggal, hingga akhirnya ia dipertemukan dengan keponakan dari supir pribadinya yang memiliki kemampuan "supranatural".
Dimana meski ia tidak percaya dengan hal berbau mistis, di sisi lain ia juga penasaran mengapa dan kenapa semua hal janggal tersebut selalu menimpa dirinya. Hingga akhirnya ia pun di suruh untuk bertemu seorang pastur yang sudah senior.
Ya, pastur Ahn merupakan pastur yang harus ia temui untuk mendapatkan hasil dari teka-teki tersebut. Dan benar saja, dari pertemuan tersebut, ada begitu banyak jawaban yang membuat kepalanya terasa sakit dan pusing jika memikirkannya.
Sebab, menurutnya jawaban dari pastur Ahn tersebut tidak masuk akal dan di luar nalar manusia. Meski begitu, mau percaya ataupun tidak, ia pun mulai tertarik dengan hal tersebut dan lambat laun ia pun menjadi patner dari pastur Ahn untuk menyembuhkan orang yang di ganggu oleh iblis jahat.
Semakin hari, Park Yong Hoo pun mulai menyadari apa yang membuatnya berpikiran demikian sebagai seorang manusia. Dan di titik yang sama, ia pun mulai menyadari bahwasannya pastur Ahn sedang mencari seseorang yang bisa di bilang "menyebarluaskan" ajaran sesat, dimana tujuannya adalah mendapatkan sebuah keabadian dalam hidup.
Yang pasti, karena permintaannya demikian, harus ada yang di korbankan. Yup, siapa lagi jika bukan Jin Shi. Seorang pria yang memiliki tempat diskotik yang super duper mewah, dan ramai pengunjung.
Namun di balik megahnya diskotik tersebut, ada ruang yang sangat rahasia dimana tempat tersebut ternyata tempat seperti "persembahan" atas apa yang ia sembah (kalo nggak salah ya). Semakin di gali bukannya mendapatkan petunjuk, malah nambah ruwet.
Meski begitu, akhirnya Park Yong Hoo dan pastur Ahn pun mulai mengerti bahwasannya orang-orang yang mereka sembuhkan tersebut, ada kaitannya dengan Jin Shi yang sedang pastur Ahn tersebut cari.
Jadi bagaimana? akankah misi mereka bisa berhasil? mending nonton filmnya.
- REVIEW
Pas saya nonton filmnya, saya pikir itu seperti drama biasa dan jujur agak sedikit boring. Mengingat scene yang diperlihatkan dibuat seperti di drama-drama genre family pada umumnya. Namun setelah bereksperimen dan mencari berbagai informasi yang ada, ternyata memang di ceritakan di awal scene-nya di bentuk demikian.
Dan karena ini ada bau-bau thrillernya, saya harap kalian jangan memaksakan diri untuk menonton ya, meskipun ada si oppa Park Seo Jin yang menjadi pemeran utama... hehehe.
Untuk ratingnya sendiri, saya akan memberikan rating sebesar 4,5 dari skala 5. Recommended kok, dan bisa banget untuk kalian tonton bareng keluarga dan sahabat untuk menghilangkan penat kalian setelah beraktifitas.
- PESAN YANG DAPAT DI AMBIL
Di film ini, jelas banget sih sang sutradaranya ingin memberikan pesan bahwasannya manusia hanya bisa memprediksi, namun keputusan akhir ya di tangan-Nya.
Memang kita sudah berusaha dan berdoa sekuat tenaga dan mungkin doa kita benar-benar tulus kepada Tuhan. Namun jika sudah mengatakan keputusan akhir dalam hal ini adalah takdir atas kematian seseorang, kita tidak bisa berbuat apapun.
Karena Tuhan mengerti betul bagaimana batas kesabaran dan kekuatan dari umatnya. Ia mengerti takaran cobaan yang seperti apa untuk umatnya satu per satu, dan pasti sesuai dengan kemampuan mereka dalam menghadapi cobaan yang di berikan.
Dan juga di film ini mengajarkan kepada kita, sebuah jalan pintas yang menggunakan segala cara, tidak akan pernah abadi selamanya. Mereka yang melaksanakannya akan mendapatkan tuai yang sangat pedih di akhirnya.
Itulah sekilas tentang review film "The Divine Fury" kali ini, Semoga menjadi referensi kalian dalam mengisi waktu luang di hari-hari kalian.
Semoga hari ini menyenangkan
salam
writer
Baca juga:
Komentar
Posting Komentar