Annyeong yeorobun... selamat malam dan selamat istirahat...
Bagaimana kabar kalian hari ini? meski ada begitu banyak polemik di luar sana yang terkadang membuat kita geleng-geleng kepala, saya harap kita semua masih diberikan kekuatan dan semangat untuk menjalani hari ini, dan esok nanti.
Nah, untuk menemani kalian yang akan ataupun sedang beristirahat tapi tidak bisa memejamkan mata, kali ini saya akan menyuguhkan review film, tapi kali ini adalah Film Korea yang sebenarnya sudah cukup lama tayangnya.
Yup, bener banget, "The Closet" yang sudah tayang dua bulan lalu di tahun ini. Jadi, daripada banyak iklan, langsung saja ke ulasannya, let's check its out, Kajja!!!
sumber gambar: movfreak.blogspot.com
- DETAIL
The Closet, merupakan film Korea Selatan bergenre horor, drama, family, yang telah tayang pada bulan Maret di tahun 2020 ini. Film berdurasi hampir 1 jam ini, memiliki 3 pemeran penting. Diantaranya ada Ha Jung Woo sebagai Sang Woon, lalu Heo Yeol sebagai I Na, dan yang terakhir ada Kim Nam Gil sebagai Kyung Hoo.
Film ini lebih dominan menggunakan alur maju. Untuk akting dari ketiganya sendiri, saya baru perdana menontonnya, dan ya... so perfect!
- SINOPSIS
"The Closet", merupakan film yang mengisahkan tentang sebuah keluarga beranggotakan ayah dan anak, yang baru saja pindah rumah untuk keperluan pekerjaan. Keduanya adalah Sang Woon dan I Na, anak putri satu-satunya.
Mereka terpaksa harus pindah ke rumah baru mengingat pekerjaan sang ayah yang menjadi seorang arsitektur harus segera menyelesaikan proyek yang ada di sana. Dalam perjalanan keduanya terdiam, tidak berkata apapun, terutama sang anak yakni I Na.
Mengingat I Na masih tidak rela akan kecelakaan mobil yang harus merenggut nyawa sang ibu di tahun sebelumnya, kala itu ia baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke 11 tahun. Rumah yang akan di huni oleh mereka cukup besar, dan luas. Hanya saja berada di tengah hutan.
Keduanya mendapatkan rumah tersebut dengan harga yang cukup masuk akal untuk mereka, terutama sang ayah. Namun di balik kepindahan mereka, alih-alih menutupi, sang ayah ternyata memiliki trauma mendalam akan kehilangan sang istri yang meninggal akibat kecelakaan yang menimpa mereka di tahun sebelumnya.
Hal itu juga yang membuat rumit bagi Sang Woo yang harus menerima kenyataan bahwa sikap sang anak, berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Ia lebih suka diam, sering mengacuhkan berbagai topik yang di bangun oleh sang ayah.
Dan lagi, I Na menjadi anak yang super temperamental jika ada suatu hal yang tidak ia sukai, namun dilakukan oleh sang ayah. Meski begitu, ada satu titik dimana I Na, berubah 180 derajat perilakunya ketika sang ayah baru pulang dari tempat kerjanya.
Ia tidak mengerti kenapa, dan bagaimana bisa. Di saat yang sama, ada begitu banyak kejadian aneh yang terjadi di rumah barunya. Mulai dari sang anak yang terdengar sedang bermain dengan orang lain di kamarnya, I Na yang tiba-tiba meminta ingin bermain dengan boneka lusuh yang tidak tahu dapatnya dari mana, hingga insiden hilangnya I Na yang tidak tahu apa sebabnya pun terjadi.
Hingga 5 bulan, sang ayah tidak menemukan jejak apapun yang menjadi tanda tentang keberadaan I Na anak putri satu-satunya itu. Hal itu pun terdengar ke telinga Kyung Hoon, yang merupakan seorang reporter dari sebuah perusahaan media di Korea.
Alih-alih memastikan, Kyung Hoon pun menyamar menjadi seorang petugas membenarkan toilet ke rumah baru dari Sang Woon. Awalnya Sang Woon memercayainya, dan mempersilahkan Kyung Hoon pergi ke lantai dua tempat dimana kamar dari I Na anaknya.
Hingga petugas yang sesungguhnya datang, Kyung Hoon pun diusir dari kediamannya. Ia tak percaya bahwa orang tersebut merupakan orang yang masih ada sangkut pautnya dengan media. Ia sudah trauma dengan apa yang ia dapat dari berbagai media yang ada di Korea.
Seakan ia di salahkan atas apa yang menimpa I Na, yang sebenarnya ia pun tidak tahu sebabnya apa. Hal tersebut sampai-sampai membuatnya geram, dan kapok untuk melapor lagi kepada pihak berwajib, ataupun membuat pengumuman orang hilang di TV.
Namun rasanya kali ini Sang Woon salah, Kyung Hoon, ternyata merupakan orang yang memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat di sebuah tempat ataupun kediaman seseorang. Hal ini menjadi pemicu sebuah fakta bahwa sebelum kasus I Na, ternyata ada kasus lain di 10 tahun lalu yang melibatkan rumah yang sekarang di huni oleh Sang Woon dan anaknya.
Hal ini pun semakin rumit, dimana ternyata, Sang Woon merupakan orang kesekian kalinya yang melakukan kisah yang terulang, namun dengan plot yang berbeda. Juga identitas asli Kyung Hoon yang ternyata, ia merupakan anak dari seorang pengusir setan (dukun), dimana ternyata tempat itu juga ada kaitannya atas kematian ibunya.
Jadi bagaimana, akankah Sang Woon bisa menemukan anak putri satu-satunya itu? Dan bagaimana dengan kejadian di 10 tahun yang lalu? Bisakah semuanya terbongkar dan menemukan titik terang? Mending nonton filmnya saja ya gais....
- REVIEW
Film ini jujur cocok banget untuk di tonton bareng keluarga kalian untuk mengisi waktu di saat pandemi kayak gini. Film ini meski di awal-awalnya serem sampai dengan klimaks, tapi percayalah, di akhir kalian akan merasakan sakit hati, dan kasihan teramat dalam atas apa yang mereka dapatkan, terutama hantu-hantu yang ada di sana pada masa hidupnya.
Dan kita juga harus mengapresiasi dari sang sutradara..... beneran pak sutradara, itu efeknya kok bisa ya seperti itu? takut mau nonton tapi bikin penasaran masa? Tapi bener sih, ini harus kalian tonton bersama keluarga kalian, terutama ayah dan ibu kalian.
Untuk ratingnya sendiri, saya akan memberi rating 4,7 dari skala 5. Wajib di tonton meski kalian akan merasakan takut duluan...
- PESAN YANG DAPAT DI AMBIL
Dari kesekian film horor yang saya tonton, menurut saya film ini merupakan film yang satu-satunya memiliki pesan yang cukup jleb di hati.
Pasalnya, sang sutradara dan kawan-kawan, memberikan kita gambaran bagaimana jadinya jika sang orang tua yang terus menerus mementingkan pekerjaannya, serta memberikan kesan "menggampangkan" atas perasaan dari sang anak walau tidak langsung.
Karena bagaimanapun jika itu terus dilakukan, jangan menyalahkan sang anak bila penyesalan akan datang pada kalian (orang tua) jika suatu saat mereka pergi entah kemana, dan kalian tidak tahu harus bagaimana untuk mencarinya.
Mengingat harta yang paling berharga bagi orang tua, adalah anak yang mereka dapatkan atas karunia Tuhan, dan ridho yang di dapatkan. Sudah selayaknya kita sebagai orang tua untuk lebih aware dan memperhatikan sang anak.
Luangkan waktu walau satu jam dengan anak, atau bekerja hanya setengah hari? Penting manakah menurut kalian? intinya sih itu. Semua jawabannya ada di tangan kalian para orang tua.
So, itulah review kali ini tentang fim "The Closet". Semoga menjadi referensi kalian.
Semoga harimu menyenangkan
salam
writer
Baca juga:
Komentar
Posting Komentar